Senin, 18 Januari 2021

KEDATANGAN BANGSA EROPA KE NUSANTARA (INDONESIA) EKSPLORASI KONSEP

 

MATERI

Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah digunakan untuk mengawet makanan, bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal. Hal ini mendorong para pedagang Asia Barat datang dan memonopoli perdagangan rempah-rempah. Mereka membeli bahan-bahan ini dari para petani di Indonesia dan menjualnya kepada para pedagang Eropa.

Namun, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka berdagang,dan menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Dimulailah era kolonialisasi Barat di Asia.

       A. Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa Barat

Secara umum, kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka untuk berdagang,dan menyebarkan agama.Sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur sebagai berikut :

  • Mencari kekayaan termasuk berdagang
  •  Menyalurkan jiwa penjelajah
  • Meyakini Keberadaan Prester John
  • Menyebarkan agama
  • Mencari kemuliaan bangsa

Sejak abad ke -13, rempah-rempah merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera. Bangsa Eropa dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen).

Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan ini. Akibatnya, harga bahan-bahan ini pun sangat ditentukan oleh mereka. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan dilakukan terhadap penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah. Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.

ADVERTISEMENT

REPORT THIS AD

      1. Bangsa Portugis

Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Bangsa-bangsa lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda baru melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa ini menemukan jalan ke Indonesia.

Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan baru ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal pada tahun 1486. Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan baik, namun ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan Baik (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.

Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan Baik. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).

Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika.

Lalu mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku. Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfanso d’Albuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan berdagang dan membangun benteng di ternate.

      2. Bangsa Spanyol

Pelopor bangsa Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher Columbus, ia berjalan kearah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India.

Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol selanjutnya ke daerah rempah – rempah dipelopori oleh Ferinand Magellan. Pada tahun 1519 Magellan berangkat melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. Saat mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu,Magellan terbunuh,Ia digantikan oleh Del Cano.Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu dalam hal perdagangan yang diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Kondisi tersebut tentu menyebabkan antara Portugis dan Spanyol saat itu, Portugis merasa terancam dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. dengan alasan tersebut,Portugis yang didukung pasukan Tidore. Benteng Spanyol di Tidore dapat direbut Portugis. Namun, berkat perantara Paus di Roma, Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian yang disebut Perjanjian Zaragosa. Berdasarkan perjanjian Maluku dikuasai Portugis dan Filipina dikuasai Sepanyol.

      3. Bangsa Inggris

Kedatangan bangsa Inggris dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia. Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.

Pengalaman kedua pelaut tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasioalnya. Hal ini dilakukan dalam rangka menggalakan ekspor wol, menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah. Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia. EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.

Awal abad ke 17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, kahususnya di Indonesia. Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar.

Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia dagang Barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.

      4. Bangsa Belanda

Armada Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia dipimpin Van Neck, namun ekspedisi ini gagal. Kemudian, pada tahun 1595 armada Belanda dipimpin Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer berangkat menuju Indonesia. Mereka menyusuri pantai barat Afrika lalu sampai ke Tanjung Harapan Baik. Dari sana, mereka mengarungi Samudera Hindia dan masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda lalu tiba di Banten.

Armada ini tidak diterima oleh rakyat Banten karena Belanda bersikap kasar. Selain itu, hubungan antara Banten dan Portugis masih baik.

Dari Banten, armada ini bermaksud menuju Maluku untuk membeli rempah-rempah namun gagal mencapai Maluku. Cornelis de Houtman tiba kembali di negerinya pada tahun 1597. ia disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.

Setelah Cornelis, armada Belanda datang ke Indonesia susul menyusul. Hal ini mengakibatkan lalu lintas Indonesia – Belanda menjadi ramai. Armada Belanda yang pertama mencapai Maluku adalah armada kedua. Mereka berhasil melakukan pembelian remapah-rempah disana.

Pada awalnya, Belanda gagal persaingan dengan Portugis, baik di Maluku maupun di pelabuhandi Indonesia. Namun, karena armada Belanda semakin hari semakin bertambah, sedikit demi sedikit armada Portugis mulai terdesak. Akhirnya Portugis terusir dari Maluku menandai era kolonialisme Belanda di Indonesia. Sejak itu, pedagang-pedagang Belanda semakin banyak yang datang ke Maluku.

Untuk mengatasi persaingan diantara pedagang-pedagang Belanda sendiri, pada tahun 1602 dibentuk VOC (Vereenigde OostIndische Compagnie) atau persekutuan Dagang Hindia Timur. VOC dipimpin oleh De Heren Zuventien (Dewan Tujuh Belas) dengan Pieter Both sebagai gubernur jenderal yang pertama.

Semula VOC berpusat di Ambon. Namun, sejak kepemimpinan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen, pusat VOC dipindah ke Jayakarta yang kemudian berganti nama menjadi Batavia

Untuk memperkuat kedudukan VOC di Indonesia, pemerintah Belanda memberikan hak-hak istimewa. Hak-hak istimewa VOC tersebut antara lain :

  • Hak monopoli dagang
  • Hak membuat dan mencetak uang
  • Hak membentuk tentara
  • Hak menyatakan perang ataupun membuat perjanjian

Dengan hak-hak tersebut berarti VOC memiliki kekuasaan seperti suatu negara. Mereka dapat bertindak bebas tanpa harus konsultasi lebih dulu dengan pemerintah Belanda di negeri induk.

Bangsa Eropa datang ke Asia termasuk Indonesia karena mereka ingin berdagang, menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama. Untuk itu, bangsa-bangsa Eropa mencari jalan baru dengan mengarungi samudera. Pelapornya adalah bangsa Portugis dan Spanyol. Pelaut-pelaut terkenal dari Portugis adalah Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama. Sedangkan pelaut dari Spanyol adalah Columbus dan Magellan. Bakat kepeloporannya, Portugis dan Spanyol berhasil menguasai jalur berlayar, terutama untuk mencari kekayaan. Indonesia sebagai daerah penghasil rempah-rempah menjadi rebutan. Akhirnya, bangsa-bangsa Eropa tersebut berhasil menjajah Indonesia. Belanda adalah bangsa yang paling lama berkuasa dan paling banyak mengeruk keuntungan perdagangan di Indonesia dibandingkan bangsa Portugis dan Inggris

Latar Belakang Bubarnya VOC
VOC didirikan pada tahun 1602. dengan maksud menyatukan para pedagang Belanda dalam sebuah perkumpulan untuk menghindari persaingan dan pertentangan diantara mereka. Upaya ke arah itu, nampaknya tetap tidak berhasil. Diantara pedagang Belanda tetap saja terjad persaingan. Bahkan, pengurus VOC banyak yang melakukan korupsi. Disamping itu, perlawanan-perlawanan yang terjadi dari rakyat Indonesia, cukup menguras biaya, sehingga kas VOC semakin menipis.

Faktor-faktor penyebab dibubarkannya VOC:

  • Adanya persaingan dagang yang hebat antara Perancis dan Inggris,
  • Penduduk Indonesia terutama di Pulau Jawa, tidak mampu membeli barang-barang yang dijual VOC,
  • Adanya perdagangan gelap dan menerobos monopoli perdagangan VOC,
  • Banyaknya pegawai-pegawai VOC yang melakukan korupsi dan kecurangan-kecurangan lainnya,
  • VOC harus mengeluarkan dana besar untuk membiayai tentara dan pegawai yang jumlahnya banyak untuk menguasai daeah-daerah yang baru dikuasai, terutama di Jawa dan Madura.

Akibat faktor-faktor diatas, secara resmi VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Selanjutnya, daerah kekuasaan VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda.Dalam rentang waktu 1799-1807, di Indonesia terjadi masa peralihan. Pada masa ini Indonesia dikuasai oleh Republik Bataf (Bataafsche Republiek). Dalam waktu yang bersamaan, Belanda terlibat perang melawan Perancis. Sejak Napoleon Bonaparte menjalankan politik luar negerinya, yaitu ingin menyatukan Eropa dengan Perancis sebagai pemimpinnya.Belanda sebagai salah satu negara Eropa yang mempunyai daerah jajahan, tidak luput dari sasaran Perancis. Dalam sebuah pertempuran hebat tahun 1807, Belanda dikalahkan oleh Perancis. Sebagai akibatnya, Republik Baataf dihapuskan oleh Kaisar Napoleon Bonaparte dan digantikan dengan bentuk Kerajaan Belanda (Koninkrijk Holland) dengan rajanya Lodewijk Bonaparte atau Louis Bonaparte (adik Napoleon Bonaparte). Begitu juga dengan daerah jajahannya di Hindia Belanda (Indonesia) mengalami perubahan sistem pemerintahan. Sebagai wakilnya di Indonesia, penguasa keajaan Belanda, mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral. Daendels adalah seorang Belanda yang mendukung Perancis dalam Perang Koalisi di Eropa.

 

Pemerintahan Kolonial Belanda

1. Sistem Tanam Paksa

Latar Belakang Tanam Paksa

Sejak tahun 1816, Belanda berusaha memeras kekayaan Indonesia dengan segala macam cara. Hingga tahun 1870. Belanda berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya. Pemerintah Belanda mengubah politik ekonominya, yaitu melepaskan peolitik monopoli diganti dengan politik bebas. Sejak pemerintahan dipegang oleh Van der Cappelen sampai diganti oleh Du Bus se Gisignies, pemerintah Hindia Belanda sedang berusaha memperbaiki keadaan perekonomian negerinya dengan memeras negara-negara jajahannya.

Peperangan yang berlangsung di Indonesia, seperti Perang Paderi dan Perang Diponegro telah menggerogoti buruknya keuangan Belanda. Selama Perang Diponegoro yang berkecemuk pada tahun 1825-1830, pemerintah Belanda terus berusaha memperbaiki keadaan ekonominya, namun tidak berhasil. Akhirnya pemerintah Hindia Belanda mengirim seorang ahli keuangan bernama Johannes Van den Bosch ke Indonesia. Setelah mengadakan penelitian di Hindia Belanda, ia mulai menerapkan rencananya yang dinamakan Sistem Tanam Paksa atau Cultuur Stelsel.

Peraturan-peraturan pokok Tanam Paksa adalah sebagai berikut.

  • rakyat harus menanami 1/5 dari tanah yang dimilikinya dengan tanaman ekspor seperti kopi, tebu, teh dan tembakau,
  • hasil tanaman harus dijual kepada pemerintah dengan harga yang ditetapkan pemerintah,
  • tanah yang ditanami tanaman ekspor tersebut bebas dari pajak tanah,
  • kaum petani tidak boleh disuruh bekerja lebih keras daripada bekerja untuk penanaman padinya,
  • rakyat yang tidak memiliki tanah dikenalkan kerja rodi selama 65 hari setiap tahun di tanah milik pemerintah,
  • kerusakan tanaman menjadi tanggungan pemerintah, apabila itu bukan karena kesalahan rakyat.

Pelaksanaan Tanam Paksa

Melalui sistem itu, Belanda memperoleh hasil yang besar dengan modal yang kecil. Pelaksanaan tanam paksa diserahkan kepada kepala-kepala daerah yang mendapat Cultuur Procenten atau hadiah menurut banyaknya hasil. Oleh karena itu, rakyat diperas oleh kepala-kepala daerah bangsa sendiri dengan harapan akan mendapatkan Cultuur Procenten dari Belanda.

Sepintas peraturan tanam paksa ini tidak begitu berat dirasakan oleh rakyat kalau dibandingkan dengan peraturan kerja rodi pada zaman Daendels, dan peraturan pajak pada zaman Raffles. Bahkan hal ini dirasakan oleh para petani merupakan suatu keuntungan karena akan mendapat keringanan dan akan menerima uang tunai meskipun dengan harga murah. Akan tetapi dalam prakteknya semua peraturan tersebut dilanggar. Pertama, bukan 1/5 dari tanah petani yang ditanami, tetapi 1/4, 1.3, bahkan setengah dari tanah milik petani digunakan untuk tanaman ekspor. Bahkan penanaman tersebut memilih tanah-tanah yang dubur. Kedua, tanah yang dipakai untuk keperluan penanaman tanaman ekspor tersebut tetap dikenakan pajak. Ketiga, para petani harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengerjakan tanaman pemerintah, sehingga tidak ada waktu untuk menggarap sawahnya sendiri. Keempat, para kepala daerah merasa tergiur dengan cultuur procenten, akibatnya mereka mulai berlomba-lomba mengusahakan daerahnya agar memberikan hasil sebanyak mungkin. Ulah mereka itu mengakibatkan rakyat semakin menderita. Kelima, kegagalan panen akibat hama atau banjir pada kenyataannya menjadi beban petani. Keenam, bukan 65 hari lamanya rakyat harus bekerja rodi, melainkan menurut keperluan pemerintah.

 

Minggu, 17 Januari 2021

MUATAN IPS

 KERJAKAN SOAL DI BAWAH INI

MUATAN IPS

 

I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar !
1. Berikut ini bukan merupakan pemanfaatan daerah pegunungan adalah ....
a. pertanian
b. pariwisata
c. tempat peristirahatan
d. pelabuhan

2. Tanah pegunungan sangat subur. Oleh karena itu, sangat cocok untuk ....
a. pertanian
b. perkebunan
c. peternakan
d. perikanan

3. Contoh perilaku manusia yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir adalah ....
a. membuang sampah di sungai
b. membuang sampah pada tempatnya
c. mendaur ulang sampah
d. membakar sampah

4. Hari ini hujan turun dengan lebatnya. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka dapat mengakibatkan ....
a. banjir
b. gempa bumi
c. gunung meletus
d. angin topan

5. Menanam sayur-sayuran seperti kol, wortel dan buncis biasanya dilakukan oleh penduduk yang tinggal di daerah sekitar ....
a. lembah
b. pegunungan
c. danau
d. selat

6. Perhatikan permasalahan-permasalahan berikut!
(1) Pencemaran lingkungan.
(2) Pelanggaran lalu lintas
(3) Peningkatan angka pengangguran.
(4) Penyaluran bantuan bagi korban banjir.
Di bawah ini yang bukan merupakan masalah sosial adalah ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)

7. Perhatikan permasalahan-permasalahan berikut!
(1) Jalan-jalan yang rusak.
(2) Sungai yang kotor.
(3) Kemacetan lalu lintas.
(4) Bangunan liar.
Jenis permasalahan sosial yang sering terjadi di jalan raya adalah ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)

8. Berikut ini yang tidak termasuk penyebab banjir adalah ....
a. penebangan hutan secara liar
b. pembuangan sampah ke sungai
c. pemukiman di bantaran sungai
d. adanya pejalan kaki di trotoar

9. Pengangguran terjadi karena tidak tersedianya ....
a. lapangan pekerjaan
b. tenaga ahli
c. kemampuan kerja
d. lulusan sekolah

10. Akibat dari timbulnya masalah sosial dalam masyarakat adalah ....
a. kenyamanan
b. kedamaian
c. keresahan
d. keamanan

11. Contoh kegiatan manusia yang menyesuaikan diri dengan alam adalah ....
a. manusia dapat mengolah tanah dengan traktor
b. nelayan menggunakan jaring untuk mencari ikan
c. petani menanam padi dengan melihat curah hujan
d. manusia memanen buah di dalam hutan

12. Lingkungan alam dapat terus dimanfaatkan oleh manusia jika ....
a. manusia membunuh semua hewan pengganggu
b. manusia menjaga kelestarian alam dengan baik
c. manusia menanam pohon di sepanjang sungai
d. menggunakan tenaga mesin yang modern

13. Salah satu dampak yang timbul dari penangkapan ikan menggunakan bahan peledak adalah ....
a. harga ikan menjadi murah.
b. ikan menjadi tidak enak rasanya.
c. populasi ikan terancam cepat punah.
d. berbagai macam ikan tidak disukai konsumen.

14. Aktivitas:
(1) beternak,
(2) berkebun,
(3) kerja bakti.
(4) bercocok tanam
Contoh kegiatan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan alam yang tidak untuk mendapatkan penghasilan adalah ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)

15. Pencemaran lingkungan dapat dicegah dengan cara ....
a. membuat saluran air
b. membersihkan lingkungan
c. membuang sampah di sungai
d. membuang sampah di tempat umum

16. Salah satu dampak terjadinya kemiskinan adalah ....
a. kesejahteraan masyarakat meningkat
b. gizi buruk pada balita
c. lapangan pekerjaan banyak tersedia
d. kualitas pendidikan maju

17. Akibat yang timbul dari adanya angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah adalah ....
a. pertumbuhan penduduk yang tinggi
b. pertumbuhan penduduk yang rendah
c. persebaran penduduk yang tidak merata
d. peningkatan pendapatan

18. Salah satu program yang dilaksanakan untuk mengatasi masalah kependudukan adalah program ....
a. pendidikan dasar 9 tahun
b. panca usaha tani
c. transmigrasi
d. reboisasi

19. Para penduduk yang tinggal di sekitar pantai, banyak yang bekerja sebagai ...
a. petani
b. pedagang
c. nelayan
d. pengusaha

20. Daerah pegunungan banyak dimanfaatkan penduduk untuk ....
a. menanam sayur dan buah
b. usaha tambak bandeng
c. daerah industri
d. kawasan perdagangan

II. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Pada saat musim hujan, petani menanam padi. Musim kemarau petani menanam jagung. Hal ini mencerminkan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan memperhatikan ........................................


2. MembukÄ… lahan pertanian dengan cara membakar hutan dapat menyebabkan .................................
3. Pemantaatán lahan subur untuk pértanian bagian dari interaksi manusia dengan ..............................
4. Mudah mendapat sayuran dan makanan pokok merupakan hasil interaksi manusia dengan alam dalam bidang ............................................................................................................................................
5. Manusia harus menjaga keseimbangan alam. Hal ini karena di lingkungan alam menjadi tempat
bagi manusia dalam .................................................................................................................................
6. Rumput laut dapat dimanfaatkan untuk ................................................................................................
7. Cengkeh, tembakau, dan karet merupakan hasil .................................................................................
8. Telur merupakan hasil dari usaha di bidang .........................................................................................
9. Sikap sosial yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dan telah menjadi ciri khas bangsa
Indonesia adalah ......................................................................................................................................


10. Hasil perkebunan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat ban adalah .............................
11. Kemacetan lalu lintas biasa terjadi di .................................................................................................
12. Orang yang tidak bekerja atau tidak mempunyai pekerjaan disebut ..................................................
13. Masyarakat miskin mempunyai tingkat kesejahteraan yang ..............................................................
14. Potensi ekonomi yang utama di daerah pantai dan perairan ialah .....................................................
15. Daerah dataran terdiri dari dataran rendah dan dataran ....................................................................
16. Manusia melakukan kegiatan ekonomi bertujuan untuk .....................................................................
17. Para pedagang harus menaati aturan dalam berdagang. Salah satunya yaitu tidak boleh berdagang di jalan raya karena mengganggu ..........................................................................................
18. Daerah lereng pegunungan yang memiliki panorama yang indah dimanfaatkan untuk kegiatan ......
19. Masalah kemacetan dijalan raya terjadi karena .................................................................................
20. Tingkat pendidikan di daerah pedalaman cenderung .........................................................................

Jumat, 18 Desember 2020

Tentang Semantik

 Semantik adalah studi tentang makna, tetapi apa yang kita maksud dengan 'makna'?

Makna telah diberikan definisi yang berbeda di masa lalu

Artinya = Konotasi? 
Apakah makna hanyalah kumpulan asosiasi yang ditimbulkan oleh sebuah kata, apakah arti sebuah kata ditentukan oleh gambar yang dihubungkan oleh penggunanya?

Jadi 'musim dingin' bisa berarti 'salju', 'kereta luncur' dan 'anggur yang direnungkan'. Tapi bagaimana dengan seseorang yang tinggal di amazon? 'Musim dingin' mereka masih basah dan panas, sehingga arti aslinya hilang. Karena asosiasi kata tidak selalu berlaku, diputuskan bahwa ini tidak bisa menjadi keseluruhan cerita.

Artinya = Denotasi? sem2
Juga telah dikemukakan bahwa arti dari sebuah kata hanyalah entitas di Dunia yang dirujuk oleh kata itu. Ini sangat masuk akal untuk kata benda yang tepat seperti 'New York' dan 'Menara Eiffel', tetapi ada banyak kata seperti 'bernyanyi' dan 'altruisme' yang tidak memiliki hal yang solid di dunia tempat mereka terhubung. Jadi makna juga tidak bisa sepenuhnya merupakan denotasi.

Arti = Ekstensi dan Intensi
Jadi makna, dalam Semantik, diartikan sebagai Ekstensi: Sesuatu di dunia yang diacu oleh kata / frasa, ditambah Intensi: Konsep / gambaran mental yang ditimbulkan oleh kata / frasa. [3]

Semantik tertarik pada:

Bagaimana makna bekerja dalam bahasa:
Studi tentang semantik melihat bagaimana makna bekerja dalam bahasa, dan karena itu sering kali menggunakan intuisi penutur asli tentang makna kata dan frasa sebagai dasar penelitian. Kita semua memahami semantik sudah di tingkat bawah sadar, begitulah cara kita memahami satu sama lain saat kita berbicara. 
Bagaimana cara kata-kata disatukan menciptakan makna:
Salah satu hal yang dilihat dan didasari oleh Semantik adalah bagaimana makna ucapan tidak hanya berasal dari makna dari setiap kata yang disatukan, seperti yang Anda bisa lihat dari contoh di bawah ini.

sem3

Prinsip Komposisionalitas mengatakan bahwa makna pidato adalah jumlah dari makna dari setiap kata ditambah cara menyusunnya ke dalam suatu struktur. [5] 
Hubungan antar kata:
Semantik juga melihat bagaimana arti kata dapat dikaitkan satu sama lain. Berikut adalah beberapa cara di mana kata-kata dapat dihubungkan secara semantik:

  • Sinonimi - Kata-kata adalah sinonim / sinonim bila dapat digunakan untuk maksud yang sama (setidaknya dalam beberapa konteks - kata jarang sepenuhnya identik dalam semua konteks). Mulai dan mulai, Besar dan besar, Remaja dan remaja.
  • Kata Antonim adalah antonim satu sama lain jika memiliki arti yang berlawanan (sekali lagi, setidaknya dalam beberapa konteks). Besar dan kecil, 
    Datang dan pergi, Atas dan bawah.
  • Polisemi - Sebuah kata bersifat polisemus jika memiliki dua atau lebih arti yang terkait. Dalam hal ini kata mengambil satu bentuk tetapi dapat digunakan untuk dua hal yang berbeda. Dalam kasus polisemi, kedua makna ini harus terkait dalam beberapa cara, dan bukan dua makna kata yang sama sekali tidak terkait. Cerah (bersinar) dan cerah (cerdas). Mouse (hewan) dan mouse (perangkat keras komputer).
  • Homofoni - Homofoni mirip dengan polisemi karena mengacu pada satu bentuk kata dengan dua arti, namun sebuah kata adalah homofon ketika dua arti tersebut sama sekali tidak berhubungan. Bat (mamalia terbang) dan kelelawar (peralatan olah raga). Pulpen (alat tulis) dan pulpen (sangkar kecil).

Hubungan antar kalimat:
Kalimat juga dapat dikaitkan secara semantik satu sama lain dalam beberapa cara berbeda.

  • Parafrase - Parafrase memiliki kondisi kebenaran yang sama; jika yang satu benar, yang lain juga harus benar. 'Anak laki-laki menyukai anak perempuan' dan 'anak perempuan disukai oleh anak laki-laki', 'John memberikan buku itu kepada Chris' dan 'John memberi Chris buku'.
  • Saling membutuhkan - Setiap kalimat harus benar agar yang lain benar. 'John menikah dengan Rachel' dan 'Rachel adalah istri John', 
    'Chris adalah seorang pria' dan 'Chris adalah manusia'.
  • Asymmetrical entailment - Hanya satu kalimat yang harus benar agar kalimat yang lain benar, tetapi kalimat itu mungkin benar tanpa kalimat lain harus benar. 'Rachel adalah istri John' mensyaratkan 'John sudah menikah' (tetapi John menikah tidak berarti Rachel menjadi istrinya), 'Rachel memiliki dua saudara laki-laki' mensyaratkan 'Rachel bukan anak tunggal' (tetapi Rachel bukan anak tunggal melakukannya tidak mengharuskan Rachel memiliki dua saudara laki-laki).
  • Kontradiksi - Kalimat bertentangan satu sama lain ketika satu kalimat benar dan kalimat lainnya tidak benar. 'Rachel adalah anak tunggal' dan 'saudara laki-laki Rachel dipanggil Phil', 'Alex masih hidup' dan 'Alex meninggal minggu lalu'.

Ambiguitas:
Salah satu aspek bagaimana makna bekerja dalam bahasa adalah ambiguitas. Sebuah kalimat menjadi ambigu jika memiliki dua atau lebih kemungkinan makna, tetapi bagaimana ambiguitas muncul dalam bahasa? Kalimat dapat menjadi ambigu karena salah satu alasan berikut:

Ambiguitas Leksikal: Sebuah kalimat secara leksikal ambigu ketika dapat memiliki dua atau lebih kemungkinan arti karena kata polysemous (kata yang memiliki dua atau lebih arti terkait) atau homofon (satu kata yang memiliki dua atau lebih arti yang berbeda) kata. 
Contoh kalimat yang ambigu secara leksikal: Pelacur naik banding ke Paus. Kalimat ini ambigu karena kata 'banding' bersifat polysemous dan dapat berarti 'meminta bantuan' atau 'menarik bagi'.

Ambiguitas Struktural: Sebuah kalimat secara struktural ambigu jika dapat memiliki dua atau lebih kemungkinan makna karena kata-kata yang dikandungnya dapat digabungkan dengan cara yang berbeda yang menciptakan makna yang berbeda.

Contoh kalimat yang ambigu secara struktural: Sapi yang marah melukai peternak dengan kapak. Dalam kalimat ini ambiguitas muncul dari fakta bahwa 'dengan kapak' bisa merujuk pada petani, atau tindakan melukai yang dilakukan (oleh sapi) 'dengan kapak'.

Semantik di bidang Linguistik

Semantik melihat hubungan ini dalam bahasa dan melihat bagaimana makna ini dibuat, yang merupakan bagian penting dari pemahaman bagaimana bahasa bekerja secara keseluruhan. Memahami bagaimana makna muncul dalam bahasa dapat menginformasikan sub-disiplin lain, seperti Penguasaan Bahasa, untuk membantu kita memahami bagaimana penutur memperoleh pengertian makna, dan Sosiolinguistik, karena pencapaian makna dalam bahasa penting dalam bahasa dalam situasi sosial. 
Semantik juga diinformasikan oleh sub-disiplin ilmu linguistik lainnya, seperti Morfologi, karena memahami kata-kata itu sendiri merupakan bagian integral dari studi maknanya, dan Sintaks, yang digunakan peneliti dalam semantik secara ekstensif untuk mengungkapkan bagaimana makna diciptakan dalam bahasa, seperti bagaimana bahasa terstruktur adalah inti dari makna.

Referensi

[3] http://www.britannica.com/EBchecked/topic/289860/intension-and-extension [Diakses 29.05.2013] 
[4] http://cmgm.stanford.edu/~lkozar/punctuation.html [ Diakses 29.05.2013] 
[5] http://plato.stanford.edu/entries/compositionality/#1 [Diakses 29.05.2013]

Menangkal Miskonsepsi: Menuju Implementasi Kurikulum Merdeka yang Sukses

  Menangkal Miskonsepsi: Menuju Implementasi Kurikulum Merdeka yang Sukses Kurikulum Merdeka, diluncurkan Kemendikbudristek tahun 2022, ha...